IJL Siap Bermitra dengan Persija Glory 2001




IJL.Com- Indonesia Junior League (IJL) sudah mulai ambil ancang-ancang untuk program IJL Elite di tahun 2021. Siap bermitra dengan Persija Glory 2001 demi melahirkan konsep yang jauh lebih segar.

Terobosan serta inovasi terbaru terus dilakukan IJL untuk pembinaan sepak bola usia dini di Indonesia. Kumpulan pemain terbaik yang dikurasi tiap akhir kompetisi dengan label IJL Elite dipastikan terus melebarkan sayapnya.

Berbeda dibanding musim-musim sebelumnya, mulai 2021 nanti IJL Elite dari tiga kategori (U-9, U-11 dan U-13) akan dibentuk. Tidak sampai di situ, ada perubahan secara signifikan disiapkan.

Salah satu program tersebut diantaranya adalah menggandeng barisan eks pemain legendaris sepak bola Indonesia yang tergabung dalam Persija Glory 2001. Widodo Cahyono Putro dan kawan-kawan nantinya akan menjadi mentor untuk barisan anak-anak terpilih.

"Yang jelas musim depan konsep IJL Elite sangat berbeda, bisa dibilang banyak kejutan. Tidak melulu mengirimkan tim ke luar negeri untuk sekadar ikut turnamen. Ada penghargaan khusus layak didapatkan," ujar CEO IJL, Rezza Mahaputra Lubis.



"Nama nama hebat seperti Widodo C Putro, Nur Alim , Gendut Doni, Imran Nahumamury, Budiman Yunus, Anang Mar'uf , Budi Sudarsono , Agus Suprinato , Warsidi Ardi, Aris Indarto, Harry Syaputra, Washiyatul Akmal, Wahyu Teguh, Dedi Umarela , Hendra Nazir, Khair Rifo, Wahyu Teguh, Sopian Hadi, Joko Kuspito, Antonio Claudio hingga Luciano Leandro akan ikut melatih dan menjadi mentor untuk kegiatan IJL Elite ke depannya," ungkap Rezza lagi.



Menurut Rezza, Indonesia sebenarnya punya kompetensi menggelar turnamen bertaraf internasional bahkan jauh lebih megah dibanding negara-negara tetangga. Apalagi 2021, Indonesia kebagian momen sakral menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.

"IJL berupaya untuk menggelar tiga laga internasional di Indonesia. Dan kesemuanya melibatkan Persija Glory 2001," tutur Rezza.



"Kami juga berkeinginan tim dari luar Jabodetabek yang selama ini belum bisa merasakan IJL juga ikut serta dalam acara ini. Ibarat gladiator, IJL Elite nantinya akan dikepung oleh tim-tim kuat dari seluruh Tanah Air sampai luar negeri. Format pertandingan pun sudah kami diskusikan bersama pihak Youth AFC. Semoga semuanya bisa terealisasi tanpa hambatan di 2021 mendatang," harap Rezza.




Melanjutkan Hubungan Mesra dengan Persija Glory 2001

Sebenarnya bukan kali pertama ini saja Persija Glory 2001 bermitra dengan IJL. April 2019 lalu, Rezza adalah sutradara di balik layar acara reuni bertajuk "Jakarta Glory Spirit 2001" yang digelar di Stadion Cendrawasih, Cengkareng.

Ratusan pesepak bola usia dini turut meramaikan wadah temu kangen tersebut. Selain menjadi ajang jumpa penggemar, anak-anak SSB juga diberikan coaching clinic langsung oleh para legenda Macan Kemayoran yang di final Liga Indonesia 2001 menghempaskan PSM Makassar dengan skor 3-2.

"Momennya memang berangkat dari situ. Kali ini bermitra lebih strategis lagi untuk memberi warna baru dalam roda pembinaan sepak bola usia dini Indonesia terutama di komunitas IJL," jelas Rezza.





"Hitung-hitung mengajarkan anak-anak kita semua catatan sejarah, sosok-sosok yang pernah membawa harum nama bangsa lewat arena sepak bola. Pemain-pemain legendaris tersebut nantinya juga bisa berbagi pengalaman ke generasi penerusnya secara lebih akrab," tambah Rezza.







Rezza juga "membocorkan" program-program lain dari IJL ke depannya. Menariknya, tidak hanya menyasar ke pemain namun juga pelatih.

"Selain menjadi mentor anak-anak IJL Elite rencananya kami akan mengelar Ramadhan Champ, Summer Champ serta coaching clinic bersama Persija Glory 2001," ungkap Rezza.

"Dan kami juga berencana membuat training program untuk pelatih-pelatih yang berkompetisi di IJL. Pada intinya 2021 nanti atmosfernya jauh lebih berbeda," tandas Rezza.





Salah satu penggawa Persija Glory 2001, Gendut Doni tak bisa menyembunyikan rasa antusiasnya. Ia berharap nantinya banyak pengalaman berharga dipetik keluarga besar IJL baik di dalam juga luar lapangan.

"Intinya kami di Persija Glory 2001 selalu mendukung kegiatan pembinaan usia dini yang digulirkan IJL. Kami tentu juga siap berbagi edukasi dengan adik-adik pemain dan juga rekan-rekan pelatih sesuai dengan konsep yang diberikan IJL," tutur bomber papan atas Timnas Indonesia di era 2000-an tersebut.



Seraya mengamini Gendut Doni, pernyataan serupa keluar dari Nur Alim serta Washiyatul Akmal. Bagi kedua anak Betawi tersebut, kolaborasi IJL dan Persija Glory 2001 bisa memberi warna segar dalam wajah pembinaan sepak bola usia dini Tanah Air.

Misinya adalah transfer ilmu, itu keyakinan dari seorang Widodo C Putro. Pencetak gol salto ke gawang Kuwait saat membela Timnas Indonesia di ajang Piala Asia 1996 yang kini mengarsiteki Persita Tangerang itu berharap nantinya ada tongkat estafet yang bisa diberikan untuk generasi penerus.

Nur Alim: Saya mendukung kabar baik ini. Kerjasama dengan IJL  adalah kebanggaan besar untuk kami sebagai keluarga besar legenda Persija Glory 2001. Bang Rezza yang menyatukan kami setelah 18 tahun, secara konsep, reuni kemarin adalah hal yang sangat luar biasa.

Washiyatul Akmal: Konsep kolaborasi ini sangat luar biasa, sebagai operator IJL akan berbeda nantinya dibandingkan yang lain. Selain kompetisi ada juga sentuhan edukatif dari para legenda ini yang nantinya menjadi motivasi bagi kegiatan sepak bola usia dini.

Widodo CP: Ini merupakan langkah baik, IJL adalah liga anak- anak terbesar di Tanah Air, kami akan berikan yang terbaik mudah-mudahan transfer ilmu dari para pemain legenda Timnas dan Persija ini bisa membawa efek yang luar biasa. Dengan adanya kerja sama bersama IJL, kami Persija Glory 2001 akan terjalin silaturahim yang kuat dan juga bisa berbagi ilmu serta pengalaman buat adik-adik penerus. IJL sangat bagus telah beberapa kali menjadi operator terlaksananya kompetisi di usia muda. Membangun sepak bola Indonesia tidak mesti dari level atas bisa dari grassroot, Suratin dan lain-lain. Semoga IJL dan keluarga besar Persija Glory 2001 bisa memberikan sesuatu buat sepak bola nasional.





  • Tags